Selasa, 03 September 2013
PROFIL CiKriP
CiKriP atau Community Kreatifity Paramuda adalah sebuah komunitas Aneuk Muda yang terdiri dari para remaja yang berprofesi sebagai pelajar, mahasiswa atau siapa saja yang merasa muda. CiKriP lahir pada 10 Oktober 2007 yang pembentukannya difasilitasi oleh organisasi Children's Media Centre - CMC, pada awalnya komunitas ini terdiri dari siswa/i dari 10 sekolah setingkat SMP & SMU di seputar kabupaten Aceh Timur. Seiring perjalanannya anggota CiKriP sekarang ini terus berkembang dan tersebar di beberapa kabupaten/kota di Aceh.
Tujuan utama dari CiKriP adalah menjadi wadah atau media bagi generasi muda untuk berkreatifitas dan menyuarakan aspirasinya. Komunitas CikriP mengutamakan azas kerelawanan dan kesetiakawanan, CiKriP terdiri dari kelompok-kelompok dengan hobby yang berbeda tapi memiliki kesamaan visi dan misi, seperti Tarian, Teater, Musik, Jurnalistik, Pecinta Lingkungan dan Social Activity. Setiap kelompok ini bertemu seminggu sekali untuk berdiskusi dan sebulan sekali ada pertemuan yang melibatkan semua kelompok.
CiKriP sebagai komunitas memiliki nilai kebersamaan, yang berarti pengembangan dan penyusunan program atau kegiatan disusun secara bersama dan dijalankan bersama serta diawasi bersama. Semua program atau kegiatan yang dijalankan oleh CiKriP dilakukan dengan prinsip kerelawanan karena semua anggota komunitas CiKriP adalah relawan.
SEKRETARIAT CiKriP
Jl. Medan - Banda Aceh, Lr. Abon – Tanoh Anoe - Idi Rayeuk - Aceh Timur - Aceh - Indonesia 24454
Minggu, 01 September 2013
Awas Nyamuk Demam Berdarah Mengintai Kita
Cie Krip | Jangkitan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Langsa tahun ini mengalami peningkatan drastis. Menurut data Dinkes Langsa Januari hingga Agustus 2013 tercatat sedikitinya 115 orang yang terjangkit DBD. Sedangkan di bulan ini, ada 19 orang yang positif DBD.
Jumlah penderita DBD yang ada sekarang kemungkinan besar akan terus meningkat, apalagi sekarang memasuki perubahan cuaca atau cuaca pancaroba.Oleh karna itu kita sebagai warga harus menyadari kebersihan itu sangat penting, seperti membersihkan bak air dan tempat-tempat penampungan air lainnya yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Karena di tempat itulah nyamuk penyebar penyakit DBD ini akan mengembangbiakan atau menelurkan jentiknya, yang kemudian berubah menjadi nyamuk dewasa.
Sampai saat ini belum ada korban yang meninggal dunia akibat penyakit DBD tersebut. Hal ini dikarenakan semakin tingginya pengetahuan masyarakat, yang segera membawa penderita DBD ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat, untuk penanganan lebih cepat dan tepat.
diolah dari berbagai sumber (Dodi Sanjaya)
Sabtu, 18 Mei 2013
Forum Anak Aceh Timur Adakan Pelatihan Advokasi untuk Anak
Ci Krip | Pelatihan advokasi (pembelaan) hak anak itu sudah biasa. Namun ada yang luar biasa dalam pelatihan yang digelar CMC bersama FAAT (Forum Anak Aceh Timur) pada 16-17 Mei 2013 lalu ini. Pembicara utamanya adalah anak itu sendiri, pesertanya juga anak. Ini adalah pelatihan dari anak, oleh anak, untuk anak pula. Menarik bukanPelatihan 2 hari ini difasilitasi oleh teman kita Sayyed Muhammad Syukri dan Teguh Atmajaya yang merupakan pelajar SMK Negeri Idi Rayeuk, serta dihadiri oleh 27 peserta laki-laki dan perempuan yang datang dari beberapa SMP dan SMU sederajat di Kota Idi Rayeuk.
Selama pelatihan ini, sahabat-sahabat kita ini belajar dan diskusi bersama tentang bagaimana membela dan memperjuangkan hak-hak anak dalam masyarakat Aceh, khususnya di lingkungan sekolah tempat kita beraktivitas. Hari pertama pelatihan kita mendiskusikan apa saja kewajiban serta hak-hak yang harus diperoleh oleh anak. Sementara dihari kedua kita mendiskusikan kondisi anak yang ada di daerah kita serta apa-apa saja langkah-langkah pembelaan yang bisa kita lakukan.
Dari proses diskusi bersama dalam pelatihan ini, ada beberapa hal menarik nih teman-teman. Peserta menyorot soal masih adanya diskriminasi di sekolah, dimana sekolah terkesan hanya memperhatikan pelajar yang pandai saja. Bahkan membanding-bandingkan antara anak kelas unggul dan kelas biasa. Peserta juga mempertanyakan kenapa pihak sekolah masih kurang percaya terhadap kemampuan murid untuk melaksanakan kegiatan di sekolah seperti perayaan Maulid dan sejenisnya. Terakhir, teman-teman kita juga menyayangkan kenapa pemerintah terkesan tidak mendampingi murid-murid lain yang bermasalah, kasus kedapatan merokok misalnya yang justru di jatuhi hukuman skor 3 bulan. Kasihan kan?
Sebagai solusi dari beragam masalah ini, para peserta memilih untuk berjuang lewat tulisan. Mereka berkomitmen untuk lebih giat menyorot kasus-kasus anak dari sudut pandang pelajar serta akan mempublikasikannya lewat media-media yang ada. Wah, penuh semangat ya teman-teman peserta ini.
Oh ya, hampir kelupaan. Pelatihan ini dibuka oleh Kak Zatul Ibar, pendamping dari lembaga anak Children’s Media Centre. Pelatihan dilaksanakan setelah jam sekolah usai, dan mengambil tempat di Ruang Pertemuan Idie Kupi lantai 2.
Sabtu, 11 Mei 2013
CiKriP Beri Bantuan pada penyandang cacat
Cie Krip |
Kemiskinan seringkali kita mendengarnya dan mungkin tidak asing lagi untuk didengar . sudah banyak masyarakat yang menderita kemiskinan, dan mungkin tetangga atau orang disekitar kita sudah ada yang mengalaminya . Diantara yang kurang beruntung itu terdapat anak anak diffable yang ada di sekolah SD Negeri 1 Kuala Peudawa Puntong. Hal inilah yang membuat Community Kreatifitas Paramuda ( CiKriP) tergugah hatinya untuk membantu mereka. CiKriP bersama Forum Anak Aceh Timur, OSIS MTsN, OSIS SMP N 2 Idi di dampingi Children's Media Centre menyerahkan bantuan untuk anak cacat yang ada di sekolah dasar Negeri 1 Kuala Peudawa Puntong (11/5/2013) .
Bantuan berupa 1 Unit Sepeda dan Uang Tunai serta perlengkapan alat alat sekolah. Bantuan ini diberikan langsung kepada murid dan disaksikan oleh orang tua murid, unsur guru dan kepala sekolah.
Ketua CiKrip Sayed Muhammad syukri berharap apa yang mereka berikan ini dapat membantu anak anak yang berkebutuhan khusus di SD N I Kuala Peudawa Puntong.
Langganan:
Postingan (Atom)