Tampilkan postingan dengan label childrenmediacentre. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label childrenmediacentre. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Desember 2013

FOTO KELAS MUSIK | Sekolah Seni dan Alam Children`s Media Centre


KELAS MUSIK
Dalam kelas ini siswa akan diajarkan bagaimana memanfaatkan barang bekas menjadi sebuah alat musik. Selain diajarkan skill bermain musik anak anak diajar mengkampanye pendidikan tentang kondisi sosial di Aceh Timur terutama menyangkut hak hak anak.

Foto Foto Kegiatan
Belajar Ketukan Rapai bersama bang Syukri
 di Sekolah Seni dan Alam Children`s Media Centre.

Irfan Belajar Ketukan Rapai
 di Sekolah Seni dan Alam Children`s Media Centre.
Belajar Ketukan Rapai Bersama Syukri
 di Sekolah Seni dan Alam Children`s Media Centre.
Belajar Ketukan Jinbe dan Rapai bersama Syukri
di Sekolah Seni dan Alam Childrens Media Centre

Kamis, 14 November 2013

Sampah berserakan, penyakit mengancam

CiKriP | Sampah sampah berserakan dibelakang pertokoaan Idi Rayeuk Aceh Timur mengakibatkan terjadinya genangan air (27/10/2013). ini menyebabkan lingkungan menjadi tidak sehat dan nyamuk berkembang biak dengan cepat . Tentunya beresiko timbulnya wabah demam berdarah serta malaria pada masyarakat . Selain itu, ini membuat pemandangan menjadi tidak sedap. Semestinya pihak toko tidak membuang sampah sembarangan dan Pemerintah menyediakan tempat Pembuangan sampah disekitar pertokoan.

Tugas Materi Foto Jurnalisme warga, ditulis kelompok 2 (Reza Maulana,Nurul Farisya, Nanda Ardila, Cut Savira Aninda) pada Training Peer To Peer Monitoring Hak Anak 26 s.d 27 Oktober 2013 di Idi rayeuk Aceh Timur

Jumat, 08 November 2013

Pawai Busana Muslim Tahun Baru Islam

Semangat para pelajar Idi Rayeuk, Aceh timur saat mengikuti pawai busana muslim sebagai bentuk penyambutan tahun baru Islam (5/11/2013). Citizen Photohandphone Muhaji Akbar

Raja Dangdut yang ingin menjadi Raja Indonesia

CIKRIP | H. Rhoma Irama mengisi materi pengajian jamaah rutin Pemkab Aceh Timur diMesjid Agung Darusshalihin yang terletak di lingkungan Kuta Baro Kecamatan Idi Rayeuk Aceh Timur. Namun dalam materi tersebut beliau lebih banyak berbicara tentang pencalonan dirinya menjadi Presiden Republik Indonesia. Citizen Photohandphone M.Ricky Maulana


                                                                      Haji Rhoma Irama 
H. Rhoma Irama sedang meberikan materi sekaligus mengkampanyekan dirinya sebagai calon presiden indonesia disela sela pengisian materi pengajian 
Masyarakat sangat antusias ingin melihat secara langsung H. Rhoma Irama 
Masyarakat sangat antusias ingin melihat secara langsung H. Rhoma Irama 

























PUISI | Alamku

oleh Cut Nurfadilla
Siswi SMP Negeri 2 Idi Rayeuk

ALAMKU
Semilir angin lembut menyapaku
Membelai Angan di setiap belai rambut
Merdu kicauan makhluk tuhan bersayap
Beriring gemercik mendeting jiwa
Damai kurasa

Dalam Alamku
Hangat menarik surga
Mematakan lara dalam sukma
Tuhan...
Syukurku atas semua
Atas hidupku
Atas indah alammu

Dedaunan menari riang dalam senja
Ranting berdetak bersamanya
Bersama gerak awan tersenyum
Atas masa disetiap detik.

Kamis, 07 November 2013

Sudah Belasan Tahun, Pembangunan Mesjid Agung Darusshalihin masih belum selesai


CIKRIP | Kondisi Pembangunan Mesjid Agung Darusshalihin yang terletak di lingkungan Kuta Baro Kecamatan Idi Rayeuk Aceh Timur saat ini masih sangat lambat dan seakan berjalan ditempat. Hal ini sudah berlangsung belasan tahun yang lalu hingga sekarang pembangunan mesjid masih juga belum selesai. (27/10/2013).

Menurut pengurus Mesjid tersebut kondisi ini disebabkan oleh kurangnya dana pembangunan.

“Kurangnya dana karna rendahnya minat bersedekah dari masyarakat dan juga bantuan dari Pemerintah Aceh Timur” sebut pengurus mesjid Darusshalihin

Tugas Materi Foto Jurnalisme warga, ditulis kelompok 2 (Ikhwan, Cut Maulika,Sarah Melissa,Cut Rizky, Datul Fadillah,Fahmi) pada Training Peer To Peer Monitoring Hak Anak 26 s.d 27 Oktober 2013 di Idi rayeuk Aceh Timur

AKSES MENUJU TPI KUALA IDI RAYEUK RUSAK BERAT

Foto : Ama Faithfull 

AKSES MENUJU TPI KUALA IDI RAYEUK RUSAK BERAT

CiKriP | Jalan Peutua Husen yang merupakan akses jalan menuju tempat pelelangan ikan (TPI) Kuala Idi Rayeuk ACeh Timur sampai saat ini masih dalam kondisi rusak (27/10/2013).

Jalan berlubang dengan diameter besar menyulitkan warga melintasi jalan tersebut. Kerusakan ini sudah berlangsung sejak tahun 2011 dan tak ada tanda-tanda perbaikan. Padahal Pemerintah Kabupaten aceh Timur pernah berjanji bahwa pertengahan 2013 jalan ini akan segera diperbaiki.Namun hingga mau akhir tahun belum ada tanda tanda diperbaiki. 

“Ketika hujan jalannya berlumpur dan ketika kering jalannya berdebu,ini tentu sangat menganggu kami “ ujar rahma pengguna jalan.

Tugas Materi Foto Jurnalisme warga, ditulis kelompok 3 (Sarah, Ama, Aidis,Cut, Putri, Vanny, Habil dan Rizki) pada Training Peer To Peer Monitoring Hak Anak 26 s.d 27 Oktober 2013 di Idi rayeuk Aceh Timur



Selasa, 05 November 2013

SMA Unggul Aceh Timur Dominasi Ajang Kreatifitas Paramuda 2013

Para pelajar SMA Unggul Aceh Timur mendominasi kemenangan di Ajang Kreatifitas Paramuda yang diadakan oleh Children`s Media Centre bekerjasama dengan CiKriP, FAAT, SMP Negeri 2 Idi rayeuk serta Sekolah Seni & Alam di halaman SMP Negeri 2 Idi Rayeuk (2/11/2013)

Festival seni Se-Aceh Timur bertujuan untuk mencari bakat bakat potensial anak anak Aceh Timur serta memberikan ruang kepada anak anak untuk mengekspresikan bakat potensial yang dimilikinya. Kegiatan ini juga diharapkan bisa memberikan inspirasi pada orang yang ada di sekitar mereka .

Ajang digelar dengan memperlombakan 3 kategori, yaitu lomba musik akustik, tari tradisional Aceh dan juga baca puisi.

Sabtu, 02 November 2013

Salam Damai

Anak - anak CiKriP dalam penampilannya di Festival Seni tingkat SMA/Sederajat se Aceh Timur 2013

Jumat, 25 Oktober 2013

Kamis, 24 Oktober 2013

Teater sebagai Alat Menyuarakan Hak Anak

Kondisi Aceh Timur yang belum menjadi daerah ramah anak tentunya dibutuhkan sebuah gebrakan untuk perubahan. Children`s Media Centre menilai untuk melakukan perubahan itu tidak harus melalui gerakan politik yang pragmatis, apalagi gerakan politik selalu hanya berlangsung instan dan tidak mengakar, bahkan kecendrungannya terjadi perpecahan, Berdasarkan pembelajaran sejarah sejarah kegagalan gerakan politik, maka dibutuhkan suatu tindakan yang mengakar dan membudaya agar Aceh Timur menjadi ramah anak. Diperlukannya gerakan budaya karna ternyata gerakan ini jauh lebih mengakar dan dapat menyatukan masyarakat,Untuk itu diperlukan gerakan budaya yang dimulai dari pendidikan pendidikan alternatif. 

Sabtu, 19 Oktober 2013

Daftarkan diri kamu di " Ajang Kreatifitas Paramuda "


Syarat  perlombaan Ajang Kreatifitas Paramuda
Peserta harus siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) / Sederajat
Pemenang diumumkan usai acara selesai 2 November 2013
Peserta harus membawakan musik akustik bertemakan sosial dan alam (bukan cinta), Tari Tradisonal (kecuali Ranub Lampuan, Saman dan seudati)
Personel peserta maksimal 8 orang minimal 5 orang untuk musik dan tari
Panitia hanya menyediakan dua Guitar, empat Rapai, dua jimbe dan sound system.
  • Penilaian pemenang meliputi : Vokal, Interpretasi, Penampilan, Penjiwaan dan harmonisasi. 
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat. 
  • Diperbolehkan menggunakan alat sendiri 
  • Pemenang akan mendapatkan hadiah tropi, sertifikat, dan uang sebagai pemenang. 
  • Pendaftaran gratis/tidak dipungut biaya. 
  • Pendaftaran dilayani mulai tanggal 21 Oktober dan ditutup tanggal 30 Oktober 2013 
  • Peserta wajib daftar ulang (konfirmasi ulang setidaknya melalui telepon) pada tanggal 31 Oktober 2013 melalui CP panitia. 
  • Tehnical meeting dilaksanakan tanggal 1 November 2013 di kantor CMC jam 09.00 Wib. 
  • Pendaftaran melalui : -Dodi Sanjaya 081362885252 - Adis Meiliza 085270712477 (Puisi) - Sayed Syukri 085372017323(Musik) - Razatul Jannah (Oja) 085270328864 (Tari) atau Boleh mengirimkan pendaftaran melalui email: childrens`smediacentre@gmail.com dan cc dodymaubelajar@gmail.com serta bisa juga bisa datang langsung ke kantor CMC di Jalan Medan - Banda Aceh lr Abon Tanoh Anoe Idi Rayeuk Aceh Timur
  • Acara dilaksanakan pada tanggal 02 November 2013 di SMP Negeri 2 Idi Rayeuk Aceh Timur (SMP Teupin Batee), Pukul 08.30 Wib sampai dengan selesai. 
  • Lomba akan dinilai oleh tiga juri berkompeten . Identitas ketiga juri dirahasiakan demi menjaga objektifitas lomba.

Sabtu, 12 Oktober 2013

Pengalaman Pertama di Kelas Teater


Pengalaman Pertama di Kelas Teater

Naman saya Cut Naura Syifa, kawan kawan biasa memanggil saya dengan nama Naura, Sekarang saya duduk di kelas 1 SMP Negeri 2 Idi Rayeuk. Hari ini (11/11) adalah pengalaman pertama saya ikut kelas teater diskeolah Seni dan Alam CMC.

Disini saya dan kawan kawan di ajarkan teater oleh bang munzir, materi pertama sekali adalah pemanasan, ini dilakukan untuk merenggangkan otot otot tubuh, kemudian kami disuruh melatih vokal, kami mengolahnya dengan menyebut huruf huruf A,I,U,E,O. Kemudian  kami disediakan sebuah sapu dan kursi, kami disuruh memanfaatkan dua benda itu menjadi bukan benda itu, misalnya sapu dijadikan korek kuping, kami melakukan sebuah gerakan yang penonton harus mengerti tanpa perlu kami beritahukan lewat suara.

Setelah itu kami disuruh buat skenario dan melakonkannya. Kami buat skenario tentang sebuah acara kontes menyanyi mirip x factor. kemudian bang munzir mengoreksi setiap kekurangan dari cara kami berakting. inilah sedikit cerita kami tentang latihan dikelas teater (Cut Naura)

Foto-Foto 
  


Kamis, 10 Oktober 2013

Jalan Lubang di Pusat Pemerintahan Kabupaten

Proses dalam menulis merupakan sebuah proses kreatif. Ia tak hanya menggabungkan huruf demi huruf, kata demi kata, dan kalimat demi kalimat tetapi ia juga menautkan makna. Dengan menulis, apa yang ada di kepala dapat disebarkan secara luas, tak hanya oleh orang dewasa tetapi juga anak-anak.

Sejatinya, di manapun mereka berada, anak-anak memiliki ide dan imajinasi yang luar biasa. Berikut ini adalah sebuah karya dari seorang anak di Aceh Timur tentang Jalan Lubang di Pusat Pemerintahan Kabupaten




Jalan Lubang di Pusat Pemerintahan Kabupaten
Sering kita mendengar kata kata Aceh Timur, sebenarnya apasih Aceh Timur itu? Aceh Timur adalah sebuah kabupaten di Aceh dengan Idi Rayeuk sebagai ibukotanya. Idi Rayeuk kini sedang membenahkan dirinya menuju kabupaten yang lebih baik, bersih dan tertib

Dasar Dasar Fotografi

 Seni fotografi memiliki beberapa tingkat yang terendah adalah memahami teknik. Yang tertinggi adalah memahami isi. Bila kita ingin memotret foto maka kita harus dapat memahami dasar- dasar fotografi seni, memahami fungsi dari sebuah kamera dan tahu cara penggunaannya. Lalu seandainya kita sudah bisa memahami kamera tersebut atau fungsi- fungsi dari kamera tersebut kita bisa memotret foto seni tetapi hanya di tingkat terendah saja. Apabila kita ingin mendapatkan hasil di tingkat tertinggi maka kita harus dapat memahami isi cerita dalam foto tersebut. Maksud cerita isi foto tersebut adalah foto dapat berbicara atau dapat bercerita dengan sendirinya, meskipin foto tersebut tidak berbicara secara langsung dengan sendirinya, tetapi kita dapat merasakan isi cerita dalam foto tersebut. Silahkan download materi dasar dasar fotografi

Rabu, 09 Oktober 2013

Perjuangan hidup pendayung sampan

Proses dalam menulis merupakan sebuah proses kreatif. Ia tak hanya menggabungkan huruf demi huruf, kata demi kata, dan kalimat demi kalimat tetapi ia juga menautkan makna. Dengan menulis, apa yang ada di kepala dapat disebarkan secara luas, tak hanya oleh orang dewasa tetapi juga anak-anak.

Sejatinya, di manapun mereka berada, anak-anak memiliki ide dan imajinasi yang luar biasa. Berikut ini adalah sebuah karya dari seorang anak di Aceh Timur tentang perjuangan pendayung sampan di Aceh Timur.

Perjuangan hidup pendayung sampan

19 Tahun lalu tepatnya saat negara Indonesia merayakan 49 tahun kemerdekaannya. Lahirlah seorang anak yang bernama Faisal Hazami. Faisal. muda sekarang telah duduk di kelas tiga SMK Alue Bu Jurusan Perikanan. Tinggal di Kuala Idi sebagai anak seorang nelayan yang penghasilannya tak menentu dan kehidupan yang terbatas memaksa dia untuk membantu orang tuanya. Tidak seperti masa muda anak seusianya, Faisal muda terpaksa meninggalkan masa mudanya untuk bermain dan belajar . Untuk menambah biaya sekolahnya ia menjadi pendayung sampan.