Tampilkan postingan dengan label canon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label canon. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Oktober 2013

Jalan Lubang di Pusat Pemerintahan Kabupaten

Proses dalam menulis merupakan sebuah proses kreatif. Ia tak hanya menggabungkan huruf demi huruf, kata demi kata, dan kalimat demi kalimat tetapi ia juga menautkan makna. Dengan menulis, apa yang ada di kepala dapat disebarkan secara luas, tak hanya oleh orang dewasa tetapi juga anak-anak.

Sejatinya, di manapun mereka berada, anak-anak memiliki ide dan imajinasi yang luar biasa. Berikut ini adalah sebuah karya dari seorang anak di Aceh Timur tentang Jalan Lubang di Pusat Pemerintahan Kabupaten




Jalan Lubang di Pusat Pemerintahan Kabupaten
Sering kita mendengar kata kata Aceh Timur, sebenarnya apasih Aceh Timur itu? Aceh Timur adalah sebuah kabupaten di Aceh dengan Idi Rayeuk sebagai ibukotanya. Idi Rayeuk kini sedang membenahkan dirinya menuju kabupaten yang lebih baik, bersih dan tertib

Dasar Dasar Fotografi

 Seni fotografi memiliki beberapa tingkat yang terendah adalah memahami teknik. Yang tertinggi adalah memahami isi. Bila kita ingin memotret foto maka kita harus dapat memahami dasar- dasar fotografi seni, memahami fungsi dari sebuah kamera dan tahu cara penggunaannya. Lalu seandainya kita sudah bisa memahami kamera tersebut atau fungsi- fungsi dari kamera tersebut kita bisa memotret foto seni tetapi hanya di tingkat terendah saja. Apabila kita ingin mendapatkan hasil di tingkat tertinggi maka kita harus dapat memahami isi cerita dalam foto tersebut. Maksud cerita isi foto tersebut adalah foto dapat berbicara atau dapat bercerita dengan sendirinya, meskipin foto tersebut tidak berbicara secara langsung dengan sendirinya, tetapi kita dapat merasakan isi cerita dalam foto tersebut. Silahkan download materi dasar dasar fotografi

Selasa, 08 Oktober 2013

Anak Aceh Timur Juga bisa buat video edukasi


Belajar Produksi Film
Tidak ada manusia yang lebih pintar dan yang lebih bodoh. Namun yang ada hanyalah manusia dengan pengalaman yang berbeda.

Belajar editing video (doc children`s media centre)
Hai nama saya Meiliza Adistia, biasa kawan kawan memanggil saya adis, hari ini (8/10/2013) bersama kawan kawan dikelas film, kami belajar memproduksi sebuah Video edukasi, yakni sebuah tutorial mengenai teknik teknik pengambilan gambar.

Bang dodi sedang berbagi pengalaman (doc CMC)
Namun karna hujan,kami gagal melakukan shoting gambar, sambil berdoa dan menunggu hujan reda,  kami belajar mengedit film dengan progam Adobe Premiere CS5 bersama bang dodi. Premiere adalah sebuah program edit film berstandar broadcast. Di materi ini kami diajarkan bagaimana memasukan gambar,audio dan teks. Selain itu juga belajar bagaimana melakukan cutting gambar, audio, transisi perpindahan gambar serta membuat kumpulan gambar editan ini menjadi suatu video.

Setelah belajar mengedit video hujanpun reda.Wah tuhan mengabulkan doa kami yang penyayang dan baik hati . Kami memutuskan untuk melanjutkan rencana semula, yakni membuat video edukasi. Dalam produksi ini saya berperan sebagai presenter sekaligus pemeran, noval dan bang dodi sebagai pemeran figuran, sementara itu syukri bertugas sebagai juru kamera dan editor.
Shoting produksi video edukasi (doc CMC)

Awal permulaan mengambil gambar saya sedikit grogi, maklum saja untuk saat ini saya belum siap menjadi artis hehehe...Saya hampir tujuh kali melakukan pengambilan gambar. Akhirnya setelah membuat kawan kawan lain sewot, dengan sebuah ketekunan saya berhasil menjadi presenter dan pemeran dengan baik, ya bisa dikatakan hampir mirip dengan jessica iskandar katanya.hehehe.

Akhirnya kami berhasil membuat suatu video edukasi tentang teknik pengambilan gambar, khususnya untuk materi jenis-jenis shot. (Adis) Bersambung










Senin, 07 Oktober 2013

Belajar Bersama di Kelas Foto Sekolah Seni dan Alam Children Media Centre

Tidak ada manusia yang lebih pintar dan yang lebih bodoh. Namun yang ada hanyalah manusia dengan pengalaman yang berbeda.

Belajar teori  teknik dasar fotografi (dok.CMC)
Hari ini (07/10/2013) kami anak-anak Creatifitas paramuda atau yang disingkat dengan CiKriP baru saja mengikuti kelas perdana Fotografi di Sekolah Seni dan Alam Children Media Centre (CMC). Kelas ini dimulai pada jam 15.30 Wib. Di sini kami bertemu bang dodi, tugas bang dodi adalah berbagi pengalaman yang dimiliki olehnya kepada kami yang mengikuti kelas film. Hari ini yang ikut kelas ada sembilan orang siswa yang terdiri dari enam orang perempuan dan tiga orang laki laki. Materi pertama adalah sejarah fotografi, Fotografi berasal dari bahasa Yunani yakni, Phobos yang berarti cahaya dan graphoo berarti menulis. Istilah Fotografi sendiri pertama kali digunakan oleh Sir. John Herschel pada tahun 1839.
Belajar praktek teknik dasar fotografi (dok.CMC)


Kemudian kami belajar penggunaan dasar kamera, kami diajak nonton sebuah video edukasi tentang menu dalam camera digital. Setelah itu kami membahas diafragma, DOFT (Depth of field),shutter speed, white balance dan ISO. Diafragma adalah bukaan lensa untuk mengatur berapa banyak cahaya yang masuk.Doft sendiri adalah dimana titik fokus ketajaman terfokus pada satu titik. Semakin kecil f maka semakin kecil titk fokusnya dan sebaliknya.Shutter speed bisa disebut dengan satuan kecepatan kamera mengambil foto. Semakin tinggi shutter maka semakin baik menangkap foto namun resikonya adalah gambar lebih gelap, begitu juga sebaliknya. ISO adalah kepekaan sensor pada cahaya. semakin besar ISO semakin banyak penyerapan cahaya yang masuk, namun gambar menjadi noise, begitu juga sebaliknya. White balance berfungsi mengatur warna berdasarkan cahaya yang ada agar mendapatkan warna yang asli.
Belajar praktek teknik dasar fotografi (dok.CMC)


Setelah itu kami belajar komposisi gambar dan sudut pandang gambar. Komposisi gambar terdiri dari komposisi 1/3, diagonal, kesederhanaan dan framing. Nah setelah diberi teori, maka sesuatu yang kami tunggu-tunggupun dimulai. Sebelum melakukan praktek bang dodi berkata bahwa yang kita belajar tadi ibarat membuat kue, kami hanya belajar bahan bahan yang dibutuhkan dalam membuat kue, sementara masalah rasa kue itu adalah masalah selera. Artinya adalah teori ada dalam pelajaran namun kalau imajinasi tidak ada dalam pelajar. Imajinasi hanya bisa didapat dengan banyak praktek dan banyak melihat lihat foto.
Belajar praktek teknik dasar fotografi (dok.CMC)

Kemudian barulah kami mulai melakukan praktek.Karna kami hanya memiliki dua kamera maka prakteknya dilakukan dengan model mengantri. Praktek pertama adalah belajar memahami shutter speed. ISO dan diafragma. Selain itu kami juga belajar komposisi gambar, mulai dari komposisi 1/3, diagonal, juga kesederhanaan. Namun karna waktu telah menunjukan pukul setengah tujuh sore kami terpaksa melanjutkan praktek di hari yang lain.(Syukri )Bersambung