Tampilkan postingan dengan label idirayeuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label idirayeuk. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Desember 2013

FOTO KELAS TEATER | Sekolah Seni danAlam Children`s Media Centre













FOTO KELAS FILM | Sekolah Seni dan Alam Children`s Media Centre

Belajar Shooting Video tentang gerakan kamera
Belajar Shooting Video tentang gerakan kamera
Belajar Edit video menggunakan adobe premiere

Bang dodi mempresentasikan cara menggunakan software editing

Belajar Mengedit Video

Belajar Mengedit Video

Belajar Mengedit Video

Belajar Mengedit Video

Belajar Mengedit Video

Belajar Mengedit Video

Kamis, 12 Desember 2013

Dari muda saling berbagi untuk sesama

Community Kreatifitas Paramuda Aceh Timur atau yang biasa disebut CiKriP melakukan penggalangan dana untuk korban gunung meletus Sinabung Sumatera Utara.Penggalangan  ini dilakukan di Langsa dengan cara mengamen ditempat tempat yang ramai dikunjungi warga.Berikut foto foto kegiatan.

Seorang anak kecil berpartisipasi memberi sumbangan untuk korban bencana gunung meletus sinabung 

Adist Meiliza sedang melakukan pengutipan uang di malam hari

Berbagi sesama untuksinabung

Dodi abang pendampingikut berpartisipasi dalam penggalangan dana

penggalangan dana untuk korban gunungmeletus sinabung

Community Kreatifitas Paramuda mengamen di kota langsa untuk menggalang dana bagi korban bencana gunung meletussinabung

Selasa, 03 Desember 2013

Puluhan kendaraan terjebak macet panjang dijalan nasional Banda -Aceh Medan.

CIKRIP | Puluhan kendaraan terjebak macet panjang dijalan nasional Banda -Aceh Medan. ini terjadi akibat Jembatan darurat yang dibangun di kawasan Gampong Kuta Lawah, Idi Cut, Aceh Timurkembali terputus setelah arus sungai meluap sekitar pukul 15.00 WIB, Selasa (3/12).
Citizen Photohandphone Adis Meiliza

Kamis, 14 November 2013

Sampah berserakan, penyakit mengancam

CiKriP | Sampah sampah berserakan dibelakang pertokoaan Idi Rayeuk Aceh Timur mengakibatkan terjadinya genangan air (27/10/2013). ini menyebabkan lingkungan menjadi tidak sehat dan nyamuk berkembang biak dengan cepat . Tentunya beresiko timbulnya wabah demam berdarah serta malaria pada masyarakat . Selain itu, ini membuat pemandangan menjadi tidak sedap. Semestinya pihak toko tidak membuang sampah sembarangan dan Pemerintah menyediakan tempat Pembuangan sampah disekitar pertokoan.

Tugas Materi Foto Jurnalisme warga, ditulis kelompok 2 (Reza Maulana,Nurul Farisya, Nanda Ardila, Cut Savira Aninda) pada Training Peer To Peer Monitoring Hak Anak 26 s.d 27 Oktober 2013 di Idi rayeuk Aceh Timur

Kamis, 07 November 2013

Sudah Belasan Tahun, Pembangunan Mesjid Agung Darusshalihin masih belum selesai


CIKRIP | Kondisi Pembangunan Mesjid Agung Darusshalihin yang terletak di lingkungan Kuta Baro Kecamatan Idi Rayeuk Aceh Timur saat ini masih sangat lambat dan seakan berjalan ditempat. Hal ini sudah berlangsung belasan tahun yang lalu hingga sekarang pembangunan mesjid masih juga belum selesai. (27/10/2013).

Menurut pengurus Mesjid tersebut kondisi ini disebabkan oleh kurangnya dana pembangunan.

“Kurangnya dana karna rendahnya minat bersedekah dari masyarakat dan juga bantuan dari Pemerintah Aceh Timur” sebut pengurus mesjid Darusshalihin

Tugas Materi Foto Jurnalisme warga, ditulis kelompok 2 (Ikhwan, Cut Maulika,Sarah Melissa,Cut Rizky, Datul Fadillah,Fahmi) pada Training Peer To Peer Monitoring Hak Anak 26 s.d 27 Oktober 2013 di Idi rayeuk Aceh Timur

AKSES MENUJU TPI KUALA IDI RAYEUK RUSAK BERAT

Foto : Ama Faithfull 

AKSES MENUJU TPI KUALA IDI RAYEUK RUSAK BERAT

CiKriP | Jalan Peutua Husen yang merupakan akses jalan menuju tempat pelelangan ikan (TPI) Kuala Idi Rayeuk ACeh Timur sampai saat ini masih dalam kondisi rusak (27/10/2013).

Jalan berlubang dengan diameter besar menyulitkan warga melintasi jalan tersebut. Kerusakan ini sudah berlangsung sejak tahun 2011 dan tak ada tanda-tanda perbaikan. Padahal Pemerintah Kabupaten aceh Timur pernah berjanji bahwa pertengahan 2013 jalan ini akan segera diperbaiki.Namun hingga mau akhir tahun belum ada tanda tanda diperbaiki. 

“Ketika hujan jalannya berlumpur dan ketika kering jalannya berdebu,ini tentu sangat menganggu kami “ ujar rahma pengguna jalan.

Tugas Materi Foto Jurnalisme warga, ditulis kelompok 3 (Sarah, Ama, Aidis,Cut, Putri, Vanny, Habil dan Rizki) pada Training Peer To Peer Monitoring Hak Anak 26 s.d 27 Oktober 2013 di Idi rayeuk Aceh Timur



Sabtu, 19 Oktober 2013

Semua karya dimulai dari latihan.

Hai kawan kawan. Sebelumnya saya ingin mengucapkan Selamat Idul Adha buat kawan kawan yang merayakan. Hari ini (18/10/2013) kami siswa kelas musik sekolah seni dan alam mencoba praktek bermain musik Aceh berjudul saleum karyanya Rafly. Kami percaya sebuah karya selalu dimulai dari sebuah latihan yang tekun.Nah ini dia video latihan kami yang di rekam dengan menggunakan kamera digital pocket oleh anak anak kelas media.Video ini masih original tanpa sedikitpun di edit (Sarah)

Latihan bermain musik Aceh " Saleum "

Sabtu, 12 Oktober 2013

Pengalaman Pertama di Kelas Teater


Pengalaman Pertama di Kelas Teater

Naman saya Cut Naura Syifa, kawan kawan biasa memanggil saya dengan nama Naura, Sekarang saya duduk di kelas 1 SMP Negeri 2 Idi Rayeuk. Hari ini (11/11) adalah pengalaman pertama saya ikut kelas teater diskeolah Seni dan Alam CMC.

Disini saya dan kawan kawan di ajarkan teater oleh bang munzir, materi pertama sekali adalah pemanasan, ini dilakukan untuk merenggangkan otot otot tubuh, kemudian kami disuruh melatih vokal, kami mengolahnya dengan menyebut huruf huruf A,I,U,E,O. Kemudian  kami disediakan sebuah sapu dan kursi, kami disuruh memanfaatkan dua benda itu menjadi bukan benda itu, misalnya sapu dijadikan korek kuping, kami melakukan sebuah gerakan yang penonton harus mengerti tanpa perlu kami beritahukan lewat suara.

Setelah itu kami disuruh buat skenario dan melakonkannya. Kami buat skenario tentang sebuah acara kontes menyanyi mirip x factor. kemudian bang munzir mengoreksi setiap kekurangan dari cara kami berakting. inilah sedikit cerita kami tentang latihan dikelas teater (Cut Naura)

Foto-Foto 
  


Rabu, 09 Oktober 2013

Perjuangan hidup pendayung sampan

Proses dalam menulis merupakan sebuah proses kreatif. Ia tak hanya menggabungkan huruf demi huruf, kata demi kata, dan kalimat demi kalimat tetapi ia juga menautkan makna. Dengan menulis, apa yang ada di kepala dapat disebarkan secara luas, tak hanya oleh orang dewasa tetapi juga anak-anak.

Sejatinya, di manapun mereka berada, anak-anak memiliki ide dan imajinasi yang luar biasa. Berikut ini adalah sebuah karya dari seorang anak di Aceh Timur tentang perjuangan pendayung sampan di Aceh Timur.

Perjuangan hidup pendayung sampan

19 Tahun lalu tepatnya saat negara Indonesia merayakan 49 tahun kemerdekaannya. Lahirlah seorang anak yang bernama Faisal Hazami. Faisal. muda sekarang telah duduk di kelas tiga SMK Alue Bu Jurusan Perikanan. Tinggal di Kuala Idi sebagai anak seorang nelayan yang penghasilannya tak menentu dan kehidupan yang terbatas memaksa dia untuk membantu orang tuanya. Tidak seperti masa muda anak seusianya, Faisal muda terpaksa meninggalkan masa mudanya untuk bermain dan belajar . Untuk menambah biaya sekolahnya ia menjadi pendayung sampan.

Kamis, 26 September 2013

AKSI SOLIDARITAS. Manusia mencintai manusia.


Aksi Solidaritas dari anak untuk anak, kepada para Diffable 
(Orang yang berkebutuhan khusus) di Idi Rayeuk Aceh Timur


Regional Children and Partner`s Meeting . Thailand Januari 2012


Putri Qu sayang.....

Aduhai putriku sayang.... 3x

lembutmu tak berarti, kau mudah dijual beli, kau mampu menyayingi lelaki dalam berbakti..

Lembutmu bukan hiasan, bukan jua kebanggaan, tapi kau sayap kiri pada suami yang sejati...

Di sebalik bersih wajahmu, di sebalik tabir dirimu, ada rahsia agung, tersembunyi dalam diri...

Itulah sekeping hati, yang takut pada ilahi, berpegang pada janji, mengabdikan diri....

Aduhai putriku sayang.... 3x

malumu mahligai yang tidak perlukan singgasana, tetapi ia berkuasa menjaga diri dan nama, tiada siapa yang akan boleh merampasnya, melainkan kau sendiri yang pergi menyerah diri....

Ketegasanmu umpama benteng negara dan agama, dari dirobohkan dan jua dari dibinasakannya, aduhai putriku sayang, kau bunga terpelihara, mahligai surga itulah tempatnya...

Aduhai putriku sayang, kaulah bunga kebanggaan...
Aduhai putriku sayang, kaulah bunga idaman........

HIJJAZ
#putriku sayang

Sabtu, 11 Mei 2013

CiKriP Beri Bantuan pada penyandang cacat

Cie Krip | Kemiskinan seringkali kita mendengarnya dan mungkin tidak asing lagi untuk didengar . sudah banyak masyarakat yang menderita kemiskinan, dan mungkin tetangga atau orang disekitar kita sudah ada yang mengalaminya . Diantara yang kurang beruntung itu terdapat anak anak diffable yang ada di sekolah SD Negeri 1 Kuala Peudawa Puntong. Hal inilah yang membuat Community Kreatifitas Paramuda ( CiKriP) tergugah hatinya untuk membantu mereka. CiKriP bersama Forum Anak Aceh Timur, OSIS MTsN, OSIS SMP N 2 Idi di dampingi Children's Media Centre menyerahkan bantuan untuk anak cacat yang ada di sekolah dasar Negeri 1 Kuala Peudawa Puntong (11/5/2013) . 

Bantuan berupa 1 Unit Sepeda dan Uang Tunai serta perlengkapan alat alat sekolah. Bantuan ini diberikan langsung kepada murid dan disaksikan oleh orang tua murid, unsur guru dan kepala sekolah.

Ketua CiKrip Sayed Muhammad syukri berharap apa yang mereka berikan ini dapat membantu anak anak yang berkebutuhan khusus di SD N I Kuala Peudawa Puntong.


Selasa, 17 Juli 2012

Pasien gizi buruk terima bantuan dari CiKrip

Community Kreatifitas Paramuda ( CiKriP) bersama Forum Anak Aceh Timur dan juga organisasi siswa sekolah yang ada di Aceh Timur memberikan bantuan sosial kepada warga Aceh Timur yang dianggap tepat untuk mendapatkan bantuan. Untuk Tahap pertama bantuan diberikan  kepada Saifullah bocah penderita gizi buruk yang berasal dari Idi Rayeuk.
Bantuan ini terdiri dari sejumlah uang tunai dan perlengkapan yang menunjang kebutuhan sang  anak. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada orang tua anak di RSUD Idi Rayeuk (17/7/2012).
“Sebelum melakukan pemberian barang tersebut CiKriP melakukan konsultasi kepada pihak Rumah Sakit mengenai kebutuhan yang harus diberikan kepada anak tersebut.” Ujar Ketua CiKriP.
CiKriP berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga pasien dan juga untuk menggugah masyarakat untuk saling membantu sesamanya.