Tampilkan postingan dengan label kaummarginal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kaummarginal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 November 2013

Sampah berserakan, penyakit mengancam

CiKriP | Sampah sampah berserakan dibelakang pertokoaan Idi Rayeuk Aceh Timur mengakibatkan terjadinya genangan air (27/10/2013). ini menyebabkan lingkungan menjadi tidak sehat dan nyamuk berkembang biak dengan cepat . Tentunya beresiko timbulnya wabah demam berdarah serta malaria pada masyarakat . Selain itu, ini membuat pemandangan menjadi tidak sedap. Semestinya pihak toko tidak membuang sampah sembarangan dan Pemerintah menyediakan tempat Pembuangan sampah disekitar pertokoan.

Tugas Materi Foto Jurnalisme warga, ditulis kelompok 2 (Reza Maulana,Nurul Farisya, Nanda Ardila, Cut Savira Aninda) pada Training Peer To Peer Monitoring Hak Anak 26 s.d 27 Oktober 2013 di Idi rayeuk Aceh Timur

Sabtu, 19 Oktober 2013

Daftarkan diri kamu di " Ajang Kreatifitas Paramuda "


Syarat  perlombaan Ajang Kreatifitas Paramuda
Peserta harus siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) / Sederajat
Pemenang diumumkan usai acara selesai 2 November 2013
Peserta harus membawakan musik akustik bertemakan sosial dan alam (bukan cinta), Tari Tradisonal (kecuali Ranub Lampuan, Saman dan seudati)
Personel peserta maksimal 8 orang minimal 5 orang untuk musik dan tari
Panitia hanya menyediakan dua Guitar, empat Rapai, dua jimbe dan sound system.
  • Penilaian pemenang meliputi : Vokal, Interpretasi, Penampilan, Penjiwaan dan harmonisasi. 
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat. 
  • Diperbolehkan menggunakan alat sendiri 
  • Pemenang akan mendapatkan hadiah tropi, sertifikat, dan uang sebagai pemenang. 
  • Pendaftaran gratis/tidak dipungut biaya. 
  • Pendaftaran dilayani mulai tanggal 21 Oktober dan ditutup tanggal 30 Oktober 2013 
  • Peserta wajib daftar ulang (konfirmasi ulang setidaknya melalui telepon) pada tanggal 31 Oktober 2013 melalui CP panitia. 
  • Tehnical meeting dilaksanakan tanggal 1 November 2013 di kantor CMC jam 09.00 Wib. 
  • Pendaftaran melalui : -Dodi Sanjaya 081362885252 - Adis Meiliza 085270712477 (Puisi) - Sayed Syukri 085372017323(Musik) - Razatul Jannah (Oja) 085270328864 (Tari) atau Boleh mengirimkan pendaftaran melalui email: childrens`smediacentre@gmail.com dan cc dodymaubelajar@gmail.com serta bisa juga bisa datang langsung ke kantor CMC di Jalan Medan - Banda Aceh lr Abon Tanoh Anoe Idi Rayeuk Aceh Timur
  • Acara dilaksanakan pada tanggal 02 November 2013 di SMP Negeri 2 Idi Rayeuk Aceh Timur (SMP Teupin Batee), Pukul 08.30 Wib sampai dengan selesai. 
  • Lomba akan dinilai oleh tiga juri berkompeten . Identitas ketiga juri dirahasiakan demi menjaga objektifitas lomba.

Semua karya dimulai dari latihan.

Hai kawan kawan. Sebelumnya saya ingin mengucapkan Selamat Idul Adha buat kawan kawan yang merayakan. Hari ini (18/10/2013) kami siswa kelas musik sekolah seni dan alam mencoba praktek bermain musik Aceh berjudul saleum karyanya Rafly. Kami percaya sebuah karya selalu dimulai dari sebuah latihan yang tekun.Nah ini dia video latihan kami yang di rekam dengan menggunakan kamera digital pocket oleh anak anak kelas media.Video ini masih original tanpa sedikitpun di edit (Sarah)

Latihan bermain musik Aceh " Saleum "

Rabu, 09 Oktober 2013

Perjuangan hidup pendayung sampan

Proses dalam menulis merupakan sebuah proses kreatif. Ia tak hanya menggabungkan huruf demi huruf, kata demi kata, dan kalimat demi kalimat tetapi ia juga menautkan makna. Dengan menulis, apa yang ada di kepala dapat disebarkan secara luas, tak hanya oleh orang dewasa tetapi juga anak-anak.

Sejatinya, di manapun mereka berada, anak-anak memiliki ide dan imajinasi yang luar biasa. Berikut ini adalah sebuah karya dari seorang anak di Aceh Timur tentang perjuangan pendayung sampan di Aceh Timur.

Perjuangan hidup pendayung sampan

19 Tahun lalu tepatnya saat negara Indonesia merayakan 49 tahun kemerdekaannya. Lahirlah seorang anak yang bernama Faisal Hazami. Faisal. muda sekarang telah duduk di kelas tiga SMK Alue Bu Jurusan Perikanan. Tinggal di Kuala Idi sebagai anak seorang nelayan yang penghasilannya tak menentu dan kehidupan yang terbatas memaksa dia untuk membantu orang tuanya. Tidak seperti masa muda anak seusianya, Faisal muda terpaksa meninggalkan masa mudanya untuk bermain dan belajar . Untuk menambah biaya sekolahnya ia menjadi pendayung sampan.